Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Mei 2012

Biologi - Mikroskop

Biologi -  Mikroskop

Mengenal Bagian-bagian Mikroskop

Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat benda-benda mikroskopik/renik yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Sebelum praktikum menggunakan mikroskop, siswa harus paham bagian-bagian dan fungsi mikroskop. Artikel ini membahas mengenai mengenal bagian-bagian mikroskop dan fungsinya.
Ada bermacam-macam jenis dan bentuk mikroskop. Mikroskop cahaya adalah mikroskop paling sederhana yang dapat digunakan untuk memperbesar citra  hingga puluhan kali. Mikroskop elektron adalah mikroskop yang menghasilkan citra beresolusi tinggi hingga ribuan kali.

Mengenal bagian-bagian mikroskop dan fungsinya 

Mikroskop cahaya modern yang biasa digunakan di sekolah memiliki bagian utama berupa lensa objektif yang letaknya dekat dengan obyek yang akan diamati. Lensa obyektif melekat pada bagian yang disebut revolver. Revolver ini dapat diputar, dan berguna sebagai alat pemindah lensa.

Jenis lensa yang lain adalah lensa okuler terletak dekat dengan mata pada saat mikroskop digunakan. Lensa obyektif ada beberapa buah, dan memiliki pembesaran masing-masing 5X, 10X, 45X, dan 100X. Sedangkan lensa okuler hanya 1 buah atau 2 buah, dan mempunyai pembesaran 5X, 10X, atau 15X. Kedua lensa pada mikroskop dihubungkan oleh suatu bagian berbentuk tabung. Mikroskop yang memiliki sebuah lensa okuler, disebut mikroskop  monokuler. Mikroskop yang memiliki dua lensa okuler, dinamakan mikroskop binokuler.
binokulermonokulermikroskop_elektron
Mikroskop binokuler, monokuler, dan mikroskop elektron

Contoh image beresolusi tinggi hasil scanning mikroskop elektron bisa dilihat di sini.
Untuk mengatur jarak objek dengan lensa sehingga diperoleh bayangan yang jelas, lensa objektif dapat dinaikkan menjauhi objek ataupun diturunkan mendekati objek. Untuk menggerakkan lensa objektif ini digunakan bagian mikroskop yang disebut pemutar. Ada dua macam pemutar yaitu pemutar halus dan pemutar kasar. Pemutar halus digunakan untuk menggerakkan lensa objektif secara pelan, sedangkan pemutar kasar digunakan untuk menggerakkan lensa objektif secara cepat.

Bagian-bagian mikroskop dan fungsinya

Berikut ini ditunjukkan bagian-bagian mikroskop.
bagian-bagian_mikroskop
  • A. Lensa okuler = lensa yang dilihat/diintip
  • B. Tabung mikroskop = bagian yang menghubungkan lensa okuler dengan lensa obyektif
  • C. Revolver = pemutar yang digunakan untuk mengubah perbesaran lensa obyektif
  • D. Lensa objektif perbesaran lemah
  • E. Lensa objektif perbesaran kuat
  • F. Meja mikroskop = tempat meletakkan specimen / preparat yang diamati
  • G. Klip = penjepit object glass
  • H. Kaki mikroskop
  • I. Cermin = memantulkan cahaya pada lensa obyektif agar pengamatan preparat lebih jelas
  • J. Diafragma = bagian yang digunakan untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk ke lensa obyektif
  • K. Lengan mikroskop atau pegangan
  • L. Pemutar halus = bagian yang digunakan untuk menggerakkan (menjauhkan/mendekatkan) lensa obyektif terhadap preparat secara pelan/halus
  • M. Pemutar kasar = bagian yang digunakan untuk menggerakkan (menjauhkan/mendekatkan) lensa obyektif terhadap preparat secara cepat

PEMBAHASAN SOAL UN BIOLOGI 2012

PEMBAHASAN SOAL UN BIOLOGI 2012

1). Mendel telah menemukan bahwa sifat-sifat makhluk hidup dapat diturunkan melalui faktor-faktor keturunan. Penemuan ini selanjutnya dikembangkan melalui penelitian-penelitian yang akhirnya menghasilkan fakta bahwa DNA membawa materi genetik. Melalui perkembangan bioteknologi muncullah teknik rekayasa genetika.
Dalam bidang kedokteran teknik rekayasa genetika dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan ….
A. vaksin hepatitis B dan interferon alfa
B. insulin manusia dan antibodi monoklonal
C. antibiotika dan hormon pertumbuhan
D. enzim restriksi dan protein sel tunggal
E. asam amino dan vitamin
Jawaban: B
Teknik rekayasa genetika yang saat ini dikembangkan baru pada teknik pembuatan insulin dan pembentukan antibodi monoklonal.

2). Tika mengamati jamur dengan ciri-ciri berikut.
1. Miselium berkembang dalam substrat
2. Sporangium tumbuh pada ujung hifa yang muncul tegak dari substrat
3. Termasuk dalam kelompok zygomycotina 4. Bersifat saprofit pada: roti kotoran ternak, dan sisa makanan yang mengandung karbohidrat
Jamur tersebut adalah …
A. Mucor mucedo
B. Rhizopus oligosporus
C. Aspergilus oryzae
D. Volvariela volvacea
E. Auricula politrica
Jawaban: A
- Ciri no: 4 merupakan ciri khas dari jamur mucor mucedo
- Aspergilus oryzae termasuk kelompok ascomycota yang berfungsi dalam pembuatan tape
- Rhizopus oligophorus termasuk kelompok zigomycota yang berfungsi
- Volvariela volvacea atau jamur merang, untuk dimakan termasuk kelompok basidiomicota
- Auricularia politrica atau jamur kuping, termasuk dalam kelompok jamur basidiomicota

3). Bakteri Rhizobium sp bersimbiosis pada akar tanaman kacang-kacangan. Bakteri ini menguntungkan dalam bidang pertanian sebab …
A. Membunuh hama tanaman
B. Menggemburkan lahan Pertanian
C. Menguraikan sampah organik
D. Mengikat nitrogen bebas
E. Mengubah amoniak menjadi nitrat
Jawaban: D
Bakteri Rhizobium sp mampu mengikat nitrogen bebas dari udara

4). Hutan hujan tropis merupakan habitat yang paling banyak menyimpan keanekaragaman hayati. Jenis hutan ini banyak terdapat di indonesia,
Cara pemanfaatannya agar tetap lestari adalah dengan …
A. memanfaatkan sumber daya alamnya semaksimal mungkin
B. menggunakan alat-alat modern sehingga tidak menimbulkan kerusakan
C. membuat semua hutan menjadi kawasan tertutup
D. menggunakan metode tebang pilih dan tanam kembali
E. melakukan penelitian yang intensif di kawasan hutan tersebut
Jawaban: D
(cukup jelas)

5).Sekelompok siswa sedang mengamati cumi-cumi, kerang, dan bekicot. Hewan-hewan tersebut mempunyai persamaan, yaitu bertubuh lunak sehingga hewan tersebut dimasukkan dalam kelompok ….
A. molusca
B. chephalopoda
C. gastropoda
D. bivalvia
E. pelecypoda
Jawaban: A
Molusca = hewan bertubuh lunak
Chephalopoda = hewan yang memiliki kaki di kepala (cumi-cumi)
Gastropoda = hewan yang memiliki kaki di perut (keong/siput)
Bivalvia = hewan yang memiliki dua cangkang (kerang)
Pelecypoda hewan yang memiliki kaki pipih (kerang)

Pembahasan selanjutnya silahkan download di sini!

sumber: http//prestasiherfen.blogspot.com

Sabtu, 28 Januari 2012

INVERTEBRATA

INVERTEBRATA 

Invertebrata/Avertebrata adalah kelompok hewan yang tidak memiliki tulang belakang dengan anggota Protozoa, Porifera atau hewan berpori, Coelenterata atau hewan berongga, Platyhelminthes/cacing pipih, Nemathelminthes/cacing gilik, Annelida/cacing gelang, Mollusca/hewan lunak, Arthropoda/hewan beruas-ruas, Echinodermata/hewan berkulit duri.

PROTOZOA
Tubuh terdiri satu sel, ukuran 3-1000 mikron, eukariotik, habitat ditempat yang basah, sebagai zooplankton di perairan, protozoa hidup soliter atau berkoloni. Protozoa dibagi menjadi empat kelompok yaitu Rhizopoda/sarcina, Flagellata atau Mastigophora, Ciliata, dan Sporozoa.

Rhizopoda (Sarcina)
Contoh Rhizopoda antara lain Amoeba, Arcella, Foraminifera, Difflugia, Radiolaria. Amoeba mempunyai pseudopodum (kaki semu) sebagai alat gerak, bentuk tidak tetap, membran sel sangat tipis dan bersifat elastis disebut plasmolema, vakuola makanan untuk mencerna makanan, vakuola kontraktil untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme dan osmoregulasi. Amoeba mengambil makanan dengan fagositosis, reproduksi dengan vegetatif yaitu membelah diri. Habitat amoeba ada dua jenis ektoameba dan entameba. Ektoameba di luar tubuh contohnya Amoeba proteus, entameba di dalam tubuh. Entameba ada tiga yaitu entameba gingivalis di dalam mulut, entameba coli diare di dalam usus besar, entameba histolytica disentri di dalam usus halus.

Arcella kerangka luar tersusun dari zat kitin. Foraminifera terdiri dari silika/zat kapur, fosilnya sebagai petunjuk dalam pencarian sumber minyak bumi, genus yang terkenal yaitu Globigerina. Difflugia kerangka luar mengeluarkan selaput lendir dan menyebabkan adanya butir-butir pasir halus dan benda lain dapat melekat. Radiolaria banyak duri dari zat kitin dan stronsium sulfat yang akan mengendap di dalam perairan membentuk endapan disebut lumpur radiolaria, sebagai bahan penggosok, bahan dinamit/peledak. Contoh Acanthometron dan Collospaera.

Flagellata (Matigophora)
Habitat di air tawar, air laut dan ada juga yang parasit di dalam tubuh manusia (hewan). Flagellata dibagi menjadi dua yaitu Fitoflagellata dan Zooflagellata. Fitoflagellata dapat melakukan fotosintesis dibagi menjadi tiga berdasarkan sifatnya yaitu halofilik mengubah zat anorganik menjadi organik (seperti tumbuhan), holozoid mampu memakan zat organik sebagai makanannya (seperti hewan), saprofitik memanfaatkan organisme yang telah mati. Fitoflagellata dibagi menjadi tiga kelompok yaitu Euglenoida, Dinoflagellata, dan Volvocida. Euglenoida tidak memiliki kloroplas (astasia), lapisan luar berupa pelikel tersusun oleh sitoplasma padat mengandung protein, contohnya Euglena viridis gerakannya disebut euglenoid. Dinoflagellata contohnya Noctiluca miliaris akan memancarkan sinar/cahaya bila terkena rangsang mekanik ketika air kena karangn, memiliki 2 flagel yang tidak sama panjangnya. Volvocida contohnya Volvox globator setiap satu sel memiliki 2 flagel, ada yang bersifat soliter dan ada yang berkoloni.

Zooflgellata flagella yang tidak berkloropas dan meyerupai hewan, hidupnya parasit. Contohnya Trypanosoma dan Leishmania. Trypanosoma bentuk tubuh pipih panjang seperti daun, hidupnya melekat disel lambung (mengisap darah manusia, hidup di dalam darah merah/darah putih), memiliki dua bentuk yaitu berflagel pada fase ekstraseluler, dan tidak berflagel pada fase intraseluler. Jenis-jenis Trypanosoma yaitu T. lewis pada tukus hospes perantaranya kutu tikus, T. evansi penyakit sura/malas pada ternak hospes perantara lalat tabanus, T. brucei penyakit nagono pada ternak hospes perantaranya lalat tse-tse, T. gabiensi dan T. rhodosiensis penyakit tidur pada manusia perantaranya lalat tse-tse, T. cruzi penyakit cagas (anemia pada anak-anak). Leishmania penyakit pada sel endotelium, pembuluh darah. Endotelium sel epitelium yang melapisi jantung pembuluh darah dan pembuluh limfa. Jenis-jenis Leishmania ada tiga yaitu L. donovani penyakit kalaazar perantaranya lalat pitak (tabanus) ditandai dengan demam dan anemia di Mesir dan India, L. tropica penyakit kulit di Asia dan Amerika selatan, L. brasilliensis penyakit kulit di Meksiko dan Amerika Tengah. Infeksi karena Trypanosoma disebut Trypanosomiasis dan karena Leishmania disebut Leishmaniasis.

Ciliata (Infusoria)
Ciliata berukuran mikroskopis 3 mm tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, ditandai dengan adanya organ silia (bulu getar untuk mencari makan). Berbentu asimetris, lepisan luar berupa pelikel, mempunyai dua tipe inti sel yaitu makronukleus dan mikronukleus, vakuola kontraktil menjaga keseimbangan air di dalam tubuhnya, memiliki mulut/sitosom. Ada 2 macam mulut pada ciliata berupa mulut membran berombak/membran yang bergerak merupakan silia yang menyatu dalam barisan panjang dan mulut membran yang berupa barisan pendek dari silia yang bersatu membentuk piringan. Fungsi silia pada mulut menghasilkan aliran makanan dan mendorong partikel makanan menuju sitofaring. Contohnya Paramecium, Stentor, Didinium, Vorticella, Stylonichia dan Balantidium coli.

Paramecium tubuhnya dilapisi pelikel, reproduksi vegetatif dengan membelah diri jika tidak mampu dengan konjugasi dan generatif. Stentor bentuk seperti terompet dan menetap. Didinium predator ekosistem perairan pemangsa Paramecium. Vorticella bentuk seperti lonceng bertangkai panjang dengan bentuk lurus atau spiral dilengkapi dengan silia. Stylonichia seperti siput silianya berkelompok banyak ditemukan pada permukaan daun yang terendam air. Balantidium coli hidup di kolon manusia dan dapat menimbulkan balantidiosis (gangguan pada perut).

Sporozoa
Reproduksi secara vegetatif terjadi pada tubuh si penderita malaria yang disebut skizogoni, sporogoni terjadi pada tubuh nyamuk. Hidupnya parasit pada sel darah, tidak memiliki alat gerak (mengikuti aliran darah). Contohnya Plasmodium. Jenis-jenis Plasmodium: P. falciparum penyakit malaria tropika, P. Vivax penyakit malaria tertina, P. malariae penyakit malaria kuartana, P. ovale penyakit limpa.

Siklus hidup Plasmodium sebagai berikut :
Bila nyamuk Anopheles menghisap darah mengeluarkan zat anti pembekuan darah untuk menjaga agar darah korban tidak membeku (zat antikoagulan). Mengeluarkan sporozoit dari mulut nyamuk dan masuk kedalam luka gigitan ditubuh korban. Sporozoit masuk di dalam sel-sel parenkima hati fasenya eksoeritrositair (selama 3 hari). Sporozoit keluar menyerang sel-sel darah dan memasukinya. Tropozoit (di dalam sel-sel darah merah) fasenya erisoeritair. Tropozoit membelah menjadi merozoid disebut skizogoni. Merozoid pecah membentuk gametosit. Gametosit menjadi gamet jantan dan betina disebut gamogoni, terjadi fertilisasi menjadi zigot, zigot menjadi ookinet (gelembung yang berbentuk seperti cacing). Ookinet menerobos dinding usus dan perut nyamuk, ookinet menjadi oosista. Oosista menjadi sporozoit yang secara sporogoni dan sporozoid menjadi kelenjar liur nyamuk untuk ditularkan lagi.